Selasa, 22 November 2016

Kesalahan fatal yang sering terjadi di level pemula

Kesalahan fatal yang sering terjadi di level pemula



Apa sih kesalahan terbesar yang sering terjadi pada kebanyakan orang yang ingin belajar bahasa asing tidak terkecuali bahasa Inggris? Bagaimana solusi untuk mengatasi hal ini?

Berikut ini Diary Belajar Bahasa Inggris akan memberikan jalan keluarnya

Kemarin saya membaca salah satu artikel menarik yang di Huffington yang di tulis oleh Steve Kaufmann, seorang poliglot asal Kanada yang menguasai 16 bahasa. 


belajar bahasa inggris, tips belajar bahasa Inggris, kesalahan bahasa Inggris


Judul artikelnya adalah The Biggest Mistake Language Learner Make.

Artikel ini menyoroti kesalahan kebanyakan orang (terutama yang ingin belajar bahasa asing) yang terlalu lama menggunakan materi level pemula sebagai bahan belajar. 

Dari pengalaman saya sekolah dulu, ya kebanyakan siswa dari kelas VII (kelas tujuh) sampai kelas IX (kelas sembilan) hanya tahu kata Yes atau No.

Di artikel tersebut Steve mengatakan kita harus Move On dan tidak harus menjadi MASTER dengan menguasai semua bahan di level pemula tersebut.

Bahkan kita tidak harus khawatir jika tidak mengingat atau mengerti. Bahkan kita tidak perlu mengingat dialog, vocabulary, dan aturan-aturan grammar.



Sedikit kontradiktif dengan yang selama ini kita pelajari di sekolah, kan?

Namun, Steve menjelaskan bahwa kamu harus terjun langsung ke realita. Maksudnya kita harus mencari sesuatu yang mudah dan benar-benar kita perlukan dan berorientasi pada kebutuhan kita (learner-oriented content). 

Misalnya berkaitan dengan hobi, misalnya saya hobi bermain gitar, maka saya akan mencari artikel-artikel atau video dalam bahasa Inggris.

Dalam pengalaman Steve, ketika ia belajar bahasa Ceko, ia juga menggunakan materi-materi untuk level dasar namun setelah dua minggu ia mulai membaca artikel dari koran dalam bahasa Ceko.

Walaupun ia mengakui hanya mengerti kira-kira 30-40% dari kata di sana.

Ia tidak terlalu peduli dengan itu, melainkan merasa senang karena sudah bisa beradaptasi dan berinteraksi dengan konten yang asli. 

Namun ia tetap kembali melihat buku level beginnernya tadi berulang-ulang untuk sekedar memahami stuktur kalimatnya dan begitu seterusnya.

Dalam kurun waktu 3 bulan ia sudah membaca lebih dari 161 artikel surat kabar, membaca sebuah novel beserta audio booknya. Selain itu ia juga mendengarkan radio podcast yang menyediakan transkripnya.

Apakah ia mengerti semua? 

Apakah ia mempelajari semua kata-kata di sana? 

Ternyata TIDAK.

Tapi ia belajar banyak kata-kata baru karena persentasenya semakin sedikit dari sebelumnya.

Apa yang menjadi inti dari artikel ini adalah terkadang kita terlalu berlama-lama dengan buku tenses atau buku grammar atau sumber belajar dasar lainnya sehingga kadang sebelum kita menyelesaikan buku itu kita sudah bosan duluan.

Padahal harusnya kita bisa saja menikmati momen-momen santai seperti membaca atau mendengarkan radio sambil belajar sehingga tidak harus menunggu sampai benar-benar menguasai segala aturan tata bahasanya.

Saya menggarisbawahi sebuah kalimat menarik pada tulisan tersebut.

The beginner books is only the first step into swimming pool, and then you've got to start swimming.

Jadi belajar dari textbook saja tidak cukup, kita harus mencari sumber belajar yang langsung.


Jika kalian tertarik dengan artikel aslinya, silahkan kunjungi 
http://www.huffingtonpost.ca/steve-kaufmann/language-learner-mistakes_b_12904866.html

Artikel Terkait

Kesalahan fatal yang sering terjadi di level pemula
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email