Rabu, 14 Desember 2016

Benarkah Belajar Bahasa Inggris Bagi Orang Dewasa Lebih Mudah?

Benarkah Belajar Bahasa Inggris Bagi Orang Dewasa Lebih Mudah?


Mitos yang sering kita dengar adalah orang tua sudah tidak bisa belajar bahasa Inggris.

Atau

Saya sudah tua untuk belajar, otakku udah gak bisa untuk belajar lagi.

Dan masih banyak kalimat-kalimat yang intinya mengatakan bahwa orang yang umurnya sudah di atas 20 atau 30 tahun kesulitan dalam belajar bahasa Inggris.

belajar bahasa inggris, belajar bahasa Inggris dewasa,
sumber :http://theconversation.com/


Di tulisan pagi saya kali ini, saya ingin mengajak pembaca semua melihat apakah benar demikian?

Apakah usia itu memang menjadi faktor utama kegagalan kita belajar bahasa asing?

Bila bukan kira-kira apa alasan logisnya dan bagaimana solusinya ya?

Tulisan ini terinspirasi ketika saya membaca artikel luar biasa dari blog Andrie Wongso yang mengisahkan Semangat Perjuangan seorang bernama Wang Deshun, asal Tiongkok yang mulai belajar bahasa Inggris di usia 44 tahun.

Selain itu, ia belajar drama di usia 49 di Beijing lalu setahun kemudian belajar fitnes.
Di umur 70 ia menjadi seorang body builder dan belajar naik motor lalu akhirnya di usia 79 ia menjadi seorang model.

Kisah ini sangat inspiratif dan jarang ada manusia yang melakukan hal-hal seperti ini.

Di artikel lain, seorang anak 4 tahun asal Rusia dapat berbicara dalam 7 bahasa yang berbeda termasuk Arab dan Mandarin yang memiliki struktur bahasanya amat berbeda.

Okey, mungkin sekilas kita dapat menyebut anak ini berbakat tapi kalau kisah Wang Deshun tadi?

Ada anggapan bahwa anak kecil bisa lebih mudah mempelajari bahasa baru ketimbang orang dewasa.

Namun kadang kata lebih mudah ini sering membuat orang dewasa berpikir kalau begitu belajar jadi sudah dan tidak punya waktu untuk menekuninya.

Sementara anak kecil masih bebas, tidak terlalu terikat pada tanggung jawab untuk bekerja.

Jika dilihat dari perbedaan ini, bisa kita tarik kl benang merah bahwa orang dewasa dan anak kecil itu memiliki cara belajar dan cara berpikir yang berbeda.

Oleh karena itu, kita tidak bisa menyalahkan keadaan karena jelas-jelas kalau kita ingin belajar ya kita harus punya cara belajar sendiri.

Setidaknya ada 2 indikator yang sering di jadikan perbandingan antara anak kecil dan orang dewasa dalam belajar bahasa

  • Pronunciation (pengucapan), biasanya orang dewasa lihat bahasa ibu nya akan terdengar jelas dan sudah untuk dihilangkan. Sementara anak kecil akan bisa menyesuaikan lidahnya.
  • Grammar, biasanya orang dewasa malas untuk belajar teori yang rumit, sementara anak kecil dengan pikiran yang masih fresh bisa menangkap materi dengan mudah bahkan mereka dapat memahaminya tanpa perlu belajar grammar layaknya orang dewasa.
Dua poin ini yang kadang membuat patah semangat dan akhirnya menyerah. Pengucapan yang buruk dapat berakibat kesalahanpahaman, penguasaan grammar yang buruk akhirnya malah membuat hasil tes TOEFL atau tes-tes lain gagal.

Akhirnya kita kembali menyerah dan mengkambinghitamkan umur.

Padahal sebenarnya usia merupakan satu faktor dari sekian banyak faktor lain yang menentukan keberhasilan kita dalam belajar.

Masih ada faktor-faktor lain, misalnya motivasi, lingkungan belajar, strategi belajar, sumber belajar dan rutinitas belajar.


Motivasi


Bedanya orang dewasa dan anak dalam belajar adalah motivasinya. Sebagian anak mungkin mengikuti les privat atau kelas khusus karena dorongan orang tua bukan atas kemajuan dirinya sendiri.

Sementara orang dewasa, belajar seharusnya didasarkan pada kesadaran untuk mencapai sesuatu. Ada dorongan dari dalam diri sendiri, itulah mengapa sekeras apapun kita berusaha belajar kalau tidak ada dorongan motivasi yang kuat tetap akan mental.

Motivasi bisa jadi dasar untuk mencapai sesuatu dan ini juga yang tetap menjadi semacam alarm jika kita mulai kehilangan semangat.

Intinya berapa pun umur kita sekarang jika punya motivasi atau alasan kuat yang mampu mendorong kita untuk mulai belajar, pasti akan berhasil.

Ditambah lagi kebanyakan poliglot juga mempelajari puluhan bahasa di usia dewasa.

Lingkungan


Mengapa anak umur 4 tahun di Australia sangat lancar bahasa Inggris? Alasannya karena mereka berada dan dikelilingi orang-orang dan lingkungan yang mayoritas menggunakan bahasa tersebut.
Belajar bahasa manapun akan sangat mudah jika didukung oleh lingkungan.

Masalahnya kadang mustahil untuk kita pergi ke negara yang bahasa lokalnya bahasa Inggris demi mendapatkan lingkungan yang ideal.

Caranya kita sendiri yang berusaha menciptakan lingkungan kita.

Mengganti bahan bacaan senang bahasa yang dituju, mengganti playlist lagu atau mengubah bahasa pengaturan di smartphone kita adalah cara sederhana untuk menciptakan lingkungan belajar.


Strategi


Anak-anak cenderung belajar dengan cara menirukan pada atau kalimat yang didengarnya atau untuk umur yang lebih tinggi ia akan membaca buku-buku dongeng atau cerita-cerita heroik.

Orang dewasa mungkin tak akan punya waktu untuk menirukan kata demi kata layaknya anak kecil belajar bicara. Cara yang populer digunakan saat ini adalah menonton video YouTube atau mendengarkan podcast.

Kita mungkin bisa membaca cerita anak-anak bila masih berada di level pemula namun dengan minat dan hobi tertentu kita bisa membacanya dalam bahasa yang sedang kita pelajari.

Ingat beda usia pasti beda strategi.

Sumber


Menonton bisa jadi sumber belajar bagi anak-anak maupun dewasa. Kalau diperlihatkan tanpa perlu diajari anak-anak TK akan bisa sedikit-sedikit meniru lihat dan bahasa dari film-film yang dilihatnya, misalnya Upin dan Ipin atau Bo Bo Boy. Ini karena mereka akan dengan mudah menirukan apa yang mereka dengar.

Berbahagialah orang dewasa karena tidak memiliki batasan usia lagi untuk menonton sehingga kita bisa memilih tontonan pilihan kita. Selain itu, kita bisa menyanyikan lagu, membaca novel, membaca komik, berita bahkan belajar langsung dari chat atau situs yang memungkinkan kita saling belajar bahasa satu sama lain.

Artinya orang dewasa punya banyak sumber belajar.


Rutinitas dan Konsistensi


Tidak di sangkal bahwa kebiasaan bisa jadi salah satu faktor dalam belajar. Anak-anak pun bisa menirukan bahasa di televisi karena mereka hampir setiap hari menonton dan mendengarkan percakapannya.

Kita pun demikian harusnya membangun rutinitas setiap hari untuk bisa, misalnya membaca artikel koran bahasa Inggris di pagi hari, misalnya Jakarta Post atau koran-koran luar.

Kebiasaan ini yang senang sendirinya terus meningkatkan kemampuan kita tanpa perlu usaha mengeluarkan usaha yang keras.

Dan salah satu keunggulan kita dibandingkan anak-anak adalah kita membaca dengan melibatkan pemahaman yang kompleks.
Ada anggapan bahwa if you're a good reader in your native language, you'll probably be a good reader in a foreign language.

Olly Richard salah seorang poliglot pernah berkata, it's your simple, daily language routine that will bring you the big results over time.
Selain faktor di atas solusi untuk masalah pronunciation dan grammar tadi bisa di jelaskan sebagai berikut:

  • Pada dasarnya bahasa adalah komunikasi. Lebih penting untuk mengerti apa yang disampaikan daripada menirukan hingga sama persis seperti bule. Anak-anak mungkin menguasai kemampuan burung beo dalam menirukan suara tapi orang dewasa tetap memiliki ide untuk disampaikan dalam berkomunikasi. Connecting not just perfection !
  • Jika diperhatikannya dengan seksama, anak kecil yang fasih itu cenderung menggunakan struktur kalimat yang sederhana. Padahal dalam lingkup orang dewasa, kalimat yang digunakan cenderung lebih kompleks. 

Banyak orang di luar sana telah membuktikan bahwa umur bukanlah penghalang untuk belajar bahasa baru.

Saya sendiri bahkan mulai di usia 24 tahun setelah sebelum anti bahasa Inggris.

Kisah Barlley yang menguasai bahasa Perancis dalam waktu dua minggu atau seorang nenek yang belajar bahasa baru di usia yang menginjak 80 tahun adalah salah satu contoh bahwa usia bukanlah faktor penentu kesuksesan.

Tahun depan saya akan mencoba menambahkan satu bahasa baru ke dalam daftar belajar saya, semoga berhasil.

Jadi apakah belajar bahasa Inggris itu mudah untuk orang dewasa?

Jawabannya... (silahkan isi di kolom komentar)





Artikel Terkait

Benarkah Belajar Bahasa Inggris Bagi Orang Dewasa Lebih Mudah?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email