Senin, 19 Desember 2016

Belajar membentuk kebiasaan untuk membuat suatu perubahan

Belajar membentuk kebiasaan untuk membuat suatu perubahan


Minggu lalu berawal dari omongan di burjo, saya menangkap sebuah kata Zen.
Zen mungkin lebih sering terdengar di agama Budha.
Namun setelah membaca beberapa artikel, ternyata Zen juga bisa dipelajari oleh pemeluk agama lain tanpa harus pindah agama.
Zen sendiri sebenarnya berarti meditasi dan tiap orang dari agama, golongan, ras mana pun bisa belajar bermeditasi.
Manfaatnya banyak sekali.
Tertarik dengannya topik Zen ini, saya pun mencari-cari infonya di internet.
Dari sebuah artikel, saya kemudian mendapatkan rekomendasi sebuah buku yang menarik, berjudul Zen Habits. Mastering the art of change by Leo Babauta
Buku inilah yang sebenarnya ingin saya sharing kan isinya kali ini.

artikel inspirasi, zen habit, kebiasaan, artikel inspirasi, artikel pengembangan diri,
http://affirmyourlife.blogspot.com/2009/08/habit-affirmations.html


Buku ini belum selesai secara keseluruhan, namun dalam hemat saya tidak harus menunggu selesai membaca dulu untuk mengaplikasikan apa yang ada di dalamnya.
Menulis artikel ini pun menjadi salah satu contoh sederhana untuk menerapkan cara-caranya.
Buku ini sendiri mengajak pembacanya untuk membentuk sebuah (habit) kebiasaan.
Dalam contohnya, si penulis buku ini sendiri bisa berhenti merokok, berhasil diet, mengurangi hutang di bank, dan beberapa hal lain yang terjadi karena ada perubahan kebiasaan.
Sejauh ini ada beberapa poin yang bisa saya kaitkan dengan membentuk kebiasaan termasuk belajar bahasa Inggris.
Ya saya menggunakan isi buku ini sebagai bagian dari membentuk Habit belajar bahasa.
  • Pilih sebuah kebiasaan yang ingin kita ambil. Satu saja. Entah itu belajar tiap pagi atau menghafal kosa kata 10. Tapi ingat cukup satu saja.
  • Alasan mengapa hanya satu karena kita selalu punya yang namanya Childish Mind (pikiran kekanak-kanakan), yaitu pikiran yang membuat kita cepat menyerah jika harus berhadapan dengan hal yang berat, membosankan. Oleh karena itu, buat target sederhana misalnya, membaca komik bahasa Inggris selama 5 menit atau menulis diari bahasa Inggris satu kalimat tiap hari. Pokoknya yang mudah dulu aja bahkan buat lah seolah-olah ini bukan aktivitas belajar.
  • Setelah kita memilih satu kebiasaan yang mudah tadi saatnya untuk mencari waktu dan berjanji untuk melakukannya. Sebenarnya, di buku itu kita di anjurkan untuk bersumpah. Pengarang buku ini sendiri bersumpah demi istri dan anaknya untuk berhenti merokok. Pada poin ini saya juga tidak akan melakukan itu, tapi lebih setuju untuk membuat komitmen dengan konsekuensi sesuatu. Misalnya, saya harus berpuasa ketika gagal memenuhi tugas saya.
  • Cari hal yang dapat memicu kita melakukan kebiasaan itu. Ini lebih ke arah motivasi untuk belajar.
  • Untuk mengawasi atau mengontrol kebiasaan tersebut bisa terus dilakukan kita bisa menetapkan jadwal.
  • Kita juga harus berkomitmen pada orang lain. Beri tahu teman, saudara, kenalan bahwa kalian sedang berusaha menciptakan kebiasaan baru bisa lewat media sosial atau blog seperti yang sedang saya lakukan ini. Cara seperti ini juga dapat membantu kita untuk tetap berada di track. Orang mungkin akan membantu mengingatkan untuk tetap berusaha mempertahankan komitmen kita.
Itu tadi beberapa poin yang bisa saya tangkap dari buku ini.
Kebetulan sekali karena ebook ini berbahasa Inggris, maka saya akan terus mengupdate hal-hal menarik untuk di postingan setiap hari sampai buku ini selesai.
Sekalian sebagai latihan saya juga untuk membentuk kebiasaan menulis setiap hari.

Baca kisah selanjutnya 

Artikel Terkait

Belajar membentuk kebiasaan untuk membuat suatu perubahan
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email