Selasa, 20 Desember 2016

Apakah Membentuk Kebiasaan Berarti Mengubah Pikiran?

Membentuk Kebiasaan Berarti Mengubah Pikiran


Sebuah pertanyaan besar muncul apakah untuk merubah atau membuat suatu kebiasaan, kita harus mengubahnya dari dalam diri sendiri?
Apakah ini berarti juga mengubah pikiran dan sudut pandangan kita?

mindset, artikel inspirasi, artikel pengembangan diri, zen habit
http://www.lighthousemktg.com.au/


Tulisan ini masih berdasarkan buku keren berjudul Zen Habit yang saya baca mulai hari Minggu kemarin.
Ada beberapa part dalam buku ini yang membantu untuk memperkuat kebiasaan yang ingin kita terapkan.


Cara mendapatkan feedback

Feedback ini sendiri terbagi atas dua, yaitu feedback positif dan feedback negatif.
Dari kedua hal ini, tampaknya feedback negatif yang selalu ingin kita cari jalan keluarnya. 
Feedback negatif ini dapat membuat kita tidak bisa mengembangkan diri atau keluar dari masalah. 
Cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat sebuah komitmen. Tidak hanya membuat komitmen pada diri sendiri tapi berkomitmen pada orang lain. 
Bisa jadi dengan mengatakan komitmen kita di lingkungan kita agar kita sendiri bisa menjauhi hal negatif yang ingin kita ubah. Ini menjadi ajang membuktikan diri bahwa aku bisa.


Melihat secara keseluruhan segala aspeknya


Maksudnya jika kadang kita tidak memperhatikan hal kecil-kecil atau hal sepele, sekarang belajar untuk diikutkan ke dalam bagian tindakan kita.

Self-Reflection


Setelah bangun tidur, lalu mandi, pasti kita berharap ada perubahan yang terjadi.
Untuk melihat perubahan tersebut sangat lazim untuk kita menggunakan cermin.
Kita butuh cermin untuk melihat perubahan yang telah kita buat.
Dalam hidup, cermin dapat berarti refleksi diri.
Cara yang paling mudah untuk merefleksikannya adalah dengan menulis jurnal.
Jurnal ini yang merekam jejak kita, kita bisa melihat diri kita yang kemarin, mengetahui kelemahan dan kekurangan kita sehingga bisa kita perbaiki.


Imajinasi dan kenyataan


Kadang kita berimajinasi terlalu tinggi malah membuat kita tertekan ketika menjalaninya.
Alih-alih berhasil yang ada malah sebaliknya, putus asa lalu menyerah.
Imajinasi memang dapat memotivasi kita, tapi imbangi juga dengan rasa penasaran untuk mencoba dan melakukannya secara nyata.
Memunculkan rasa penasaran dengan sendirinya membuat kita ingin melakukannya lagi dan lagi.
Misalnya ketimbang berimajinasi bagaimana rasanya menjadi orang pandai mengapa tidak penasaran dengan apa yang mereka lakukan. 
Bagaimana cara mereka belajar? 
Bagaimana jadwal belajarnya? 
Apa buku yang mereka gunakan? 
Dimana mereka les privat? dsb

Action more than imagination.

Grow a plant - don't attach to result


Nikmati prosesnya.
Biarkan prosesnya membentuk pengalaman sehingga jika suatu saat pengalaman itu jadi sumber belajar atau bahkan dapat menciptakan kesuksesan yang lain.
Jika jalannya sudah benar niscaya hasilnya pasti akan ada hasilnya.

Kebiasaan menunda


Menunda sesuatu adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan tapi musuh bagi kesuksesan.
Tidak ada waktu yang sempurna untuk memulai.
Waktu yang tepat dapat dimulai kapan saja.
Mulailah dari sesuatu yang bisa kita capai saat ini, ingat dalam artikel pertama kemarin bahwa mulailah dengan hal yang paling mudah.
Kebiasaan menunda bisa di perbaiki dengan cara di latih.


Mempelajari Habit Skill

Ada 4 komponen yang bisa kita pelajari
  1. Space Repetition. Kita perlu mengulanginya terus menerus karena kebiasaan dibentuk dari tindakan atau aktivitas yang berulang-ulang.
  2. Learn from failure. Tidak ada seorang pun yang mempelajari sesuatu tanpa kesalahan. Tidak jadi masalah selama kita masih mau belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha memperbaikinya sehingga menjadi lebih baik.
  3. Practice Regularly. Satu kata, displin !
  4. Practice deliberately. Fokus untuk berlatih dengan tekun dan tidak terburu-buru.

Sadar bahwa kita harus berubah


Tidak ada yang abadi di dunia ini.
Keindahan itu bahkan datang sesaat dan itu yang membuatnya lebih berarti.
Kemampuan kita untuk menyadari dan beradaptasi terhadap perubahan ini membuat kita bisa berpikir lebih fleksibel.
Karena kita sadar bahwa segala sesuatu bisa berubah bahkan kebiasaan buruk pun bisa di rubah.

Belajar dari kesalahan


Karena kita sadar bahwa semuanya bisa diubah maka begitu juga dengan kesalahan.
Belajar dari kesalahan itu kadang sangat berguna agar tidak jatuh ke dalam kesalahan yang sama.


Itu tadi tulisan hasil dari apa yang saya baca dan pahami hari ini.

Baca juga tulisan dari pemahaman saya tentang buku Zen Habits. Mastering the art of change by Leo Babauta ini, Belajar Membentuk Sebuah Kebiasaan


Semoga ini dapat berguna bagi sobat pembaca.


Artikel Terkait

Apakah Membentuk Kebiasaan Berarti Mengubah Pikiran?
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email