Senin, 22 Januari 2018

Resolusi Belajar Bahasa Inggris Tahun 2018

Resolusi Belajar Bahasa Inggris Tahun 2018


We don't need a perfect time to start something !

Mungkin inilah salah satu kata bijak akhirnya 'memaksa' saya untuk mulai menulis sebuah tulisan dalam bahasa Inggris.

Meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa Inggris merupakan salah satu resolusi saya di tahun ini.

Saya tidak ingin membiarkan resolusi tahun ini menguap seperti pagi menjemput di hari pertama tahun baru, dimana yang tersisa hanya sisa-sisa makanan dan minuman pesta yang berakhir di kloset.

Mengejar mimpi dan mewujudkan resolusi itu tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa terwujud jika dilaksanakan sungguh-sungguh.

motivasi belajar bahasa inggris, motivation learn english, writing skill, Tips menulis, menulis bahasa inggris

Nothing impossible because you can see 'possible' in that word.

Kadang impian akan tetap menjadi penghibur di kala susah karena kita tidak mendeskripsikan proses yang akan dilalui atau kita mudah menyerah dengan apa yang telah kita mulai.

Lalu akhirnya mimpi itu dibunuh oleh pikiran kita sendiri tanpa melakukan apa-apa. 

Setelah hampir 3 tahun saya mencoba belajar bahasa Inggris secara otodidak dengan metode trial and error akhirnya saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mewujudkan mimpi saya menulis sebuah blog dalam bahasa Inggris.

Saya tahu bahwa menulis itu perlu skill khusus tapi jika tidak dimulai dari sekarang kapan lagi?

Just do it !

Beruntunglah kita sekarang karena sudah banyak tools yang dapat membantu kita dalam menulis misalnya untuk mengecek grammar atau tata bahasa yang kita gunakan.

Namun ide tulisan tetap kita yang pegang, kita hanya mengecek apakah ada kata yang salah karena tools ini tidak bisa memberikan kita ide.

Kita semua tahu bahwa untuk menjadi seorang penulis yang hebat diperlukan proses yang panjang dan jam terbang yang tinggi.

Saya masih dapat melihat dari tulisan-tulisan blog saya yang dulu-dulu dan melihat bagaimana saya telah jauh berkembang sejauh ini.


Kembali ke situs untuk cek grammar, saya sangat senang karena semakin hari semakin sedikit tanda merah di tools grammar check yang saya pakai itu. Artinya saya semakin berkembang walaupun kalau masih sebatas kalimat sederhana.

Saya mulai memperbaiki penulisan kata, tanda baca, serta penggunaan tenses di setiap tulisannya.

Ini bisa cepat terlihat perubahannya karena saya sejauh ini memaksa untuk menulis 3 artikel per harinya.

Sebenarnya target awalnya adalah 5 artikel tapi beberapa kali terbentur masalah plagiat tulisan jadi saya menurunkan standarnya.

Komitmen saya adalah menulis setidaknya 3 artikel setiap hari sampai akhir bulan Februari nanti, selain untuk menambah dan mengembangkan kemampuan menulis juga melakukan eksperimen blog saya sendiri.

Wait, setelah Februari bukan berarti saya berhenti menulis namun saya akan menulis blog dengan tema yang lain lagi.


Tantangan menulis bahasa Inggris menurut pengalaman saya beberapa hari ini adalah menemukan ide lalu menuangnya ke dalam sebuah tulisan berbahasa asing.

Merangkai kata-kata yang tepat dan grammar yang benar itu juga menjadi tantangan tersendiri tapi saya percaya selama tidak terlalu jauh melenceng dan masih bisa dimengerti itu tidak masalah.

Saya belajar dari kesalahan-kesalahan juga belajar memodifikasi beberapa kalimat yang bagus lalu mencoba menggunakan ide pokok tersebut untuk membangun sebuah kalimat baru.

Sebenarnya langkah-langkah ini sangat sederhana untuk dipraktekkan tapi entah mengapa dulu selalu saja dihantui banyak keraguan terlebih jika berpikir harus membuat suatu yang sempurna.

Terus terang menulis dalam bahasa Inggris adalah alasan kuat saya untuk belajar bahasa Inggris dan itu akan saya mulai dari tahun ini.

Saya semakin pede ketika kalimat-kalimat yang saya tulis sendiri termasuk dalam kategori unik bukan plagiat setelah di cek menggunakan tools plagiarm check.

Artinya selama kalimat itu kita buat sendiri tidak jadi masalah.


Sekarang tinggal mengembangkan ide tulisan dan membuatnya menjadi lebih menarik, karena menulis dengan tata bahasa yang benar pun belum tentu bisa dijadikan senjata yang menjual.

Saya teringat sebuah video Robert Kiyosaki yang menceritakan bahwa banyak doktor-doktor yang mengkritisi tulisannya dan mengatakan bahwa dia tidak bisa menulis. 

Ia mengakui dan menegaskan bahwa iya memang tidak bisa menulis tapi ia menegaskan bahwa ia tetap bisa menjual.

Ya menjual tulisan bukan lagi barang baru sekarang entah itu untuk menjadi seorang penulis buku atau penulis blog yang bisa mendapatkan penghasilan dari menulis topik tertentu.


Jadi ketika saya mengatakan telah mulai menulis dalam bahasa asing bukan berarti mimpi saya sudah terwujud secara keseluruhan. 

Ini baru permulaannya saja yang setidaknya bisa membuktikan kalau saya bisa meraih mimpi tersebut.

Tantangan terbesarnya ada pada diri saya sendiri. 

Menulis 3 artikel itu kelihatannya sepele, namun tidak mudah untuk dilaksanakan saya bahkan hampir menyerah di hari ketiga namun berkat mengingat mimpi dan tujuan yang sudah ada saya bangkit kembali untuk menulis satu artikel lagi sampai jam 11 malam.

Ya, saya tidak boleh mengendurkan sedikit pun dengan semangat ini, baik untuk tetap bertahan pada komitmen yang telah saya buat maupun meningkatkan level berbahasa Inggris saya.

Ya semoga saya bisa melewati semua ini dan mewujudkan resolusi saya di tahun 2018 ini.

Akhir kata NEVER GIVE UP !!!!

Ya begitulah sedikit curhat saya dalam mewujudkan resolusi saya di tahun ini.

Bagaimana dengan para pembaca semua, khususnya yang sedang belajar bahasa Inggris apa resolusi kalian tahun ini? 

Apakah kalian sudah melakukan langkah-langkah untuk mewujudkannya?


Salam 

Sergius Leski


source image : http://ghk.h-cdn.co/assets/17/49/980x490/landscape-1512406086-2018.jpg  

Artikel Terkait

Resolusi Belajar Bahasa Inggris Tahun 2018
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email