Senin, 09 April 2018

Saya Berhenti Belajar Bahasa Inggris dan Keajaiban Terjadi

Saya Berhenti Belajar Bahasa Inggris dan Keajaiban Terjadi


Saya berhenti belajar bahasa Inggris, ya Anda tidak salah baca karena saya benar-benar berhenti belajar bahasa Inggris.

Saya berhenti menghafal bentuk atau rumus-rumus tenses atau membaca buku grammar berbahasa Inggris.

Saya sudah tidak ngotot untuk membuat daftar dan menghafal ratusan atau puluhan kata setiap hari. 

Saya berhenti melakukan semua hal yang berhubungan dengan belajar bahasa Inggris, semua buku yang ada tersimpan rapi di lemari.

Good bye my grammar book !!!

stop, diary belajar bahasa Inggris,
STOP via www.pixabay.com


Sejak saat itu, entah mengapa semuanya menjadi berbeda.

Tidak hanya berhenti untuk belajar tapi saya juga mencoba berdamai dengan keadaan.

Saya merasa bebas untuk berbicara tanpa takut salah.

Saya tidak lagi merasa tertekan dengan target-target harus begini harus begitu.

Saya menjadi merasa damai lebih rileks dan yang terpenting saya enjoy dengan situasinya.

Ya, saya sudah berhenti belajar tapi saya tetap berhubungan dengan bahasa Inggris baik lewat bacaan maupun dengan menonton video-video di Youtube.

Saya tidak ambil pusing lagi dengan grammarnya atau tenses yang ada, saya sudah berhenti untuk mengkhawatirkan diri tidak mengerti ini dan itu.

Saya tidak lagi menterjemahkan tiap kata pada setiap kalimatnya. Saya sudah menerima bahwa saya tidak bisa mengerti SEMUA kata di dalamnya.

Otak saya tidak lagi sibuk mentranslate kalimat setiap kali mendengar kata ke dalam bahasa Indonesia.


Saya tidak lagi berambisi untuk menjadi fasih dalam waktu yang singkat karena saya bukan orang jenius. Sebaliknya saya mulai menyadari bahwa semua ini perlu proses yang panjang dan konsisten.

Konsisten dalam artian saya harus selalu bersinggungan dengan hal-hal berbau Inggris setiap hari. 

Tapi sekali lagi bukan menekankan pada BELAJARnya tapi pemahaman di setiap kalimat atau apapun sesuatu yang ingin saya ketahui dalam konteks keseluruhannya.

Walaupun berhenti BELAJAR bukan berarti saya lalu menjauhkan diri.


Saya memang telah melupakan konsep belajar dan menikmati semua hal yang berhubungan dengan keseharian saya.

Cara simpel yang mungkin semua dari Anda bisa melakukannya adalah melupakan bahwa kita sedang belajar.

Saya dan mungkin juga Anda punya hubungan yang kurang baik di masa lalu dengan kata BELAJAR.

Misalnya apa yang kamu bayangkan tentang belajar Matematika, Akuntansi, Statistika atau bidang ilmu eksak lainnya?

Pusing kan?

Ya karena otak kita langsung berpikir betapa sulitnya mengerjakan soal-soalnya.

Tapi sekarang jika kita sudah bicara masalah untung rugi membeli barang atau bagaimana mengelola keuangan bulanan seperti menabung atau mengalokasikan dana untuk liburan dan jalan-jalan, kita menjadi sangat bersemangat.

Kita tidak lagi memikirkan matematika di dalamnya.


Dalam hal ini, saya hanya mengubah sudut pandang saya dalam melihat bahasa Inggris.

Saya bukan lagi melihatnya sebagai dari sisi tenses dan grammarnya melainkan dari manfaat yang saya dapatkan.

Saya bisa membaca buku-buku kesukaan saya, bisa membaca artikel yang menarik minat saya, saya bisa mempelajari gitar dari para dewa gitar secara langsung dari video-video lesson mereka.

Ini lebih menantang daripada berpusing ria dengan menimang-nimang tense apa yang akan saya gunakan dalam kalimat ini dan itu.

Jadi di sini saya ingin mengatakan bahwa mengubah perspektif kita dapat mengubah fokus dan keseluruhan hidup kita.

Dengan mengubah pandangan seperti itu kita bisa menjadi lebih rileks, lebih bersemangat karena tujuan kita untuk mengetahui hal-hal yang kita inginkan misalnya hobi atau minat, dan tentu saja kita menjadi lebih bahagia.

Tidak ada hal yang paling diingat daripada momen bahagia yang pernah kita rasakan.

Have fun with your life.

Oleh karena itu, ayo berhenti BELAJAR bahasa Inggris dan rasakan keajaibannya.

kecuali Anda ingin menjadi seorang ahli bahasa.

Artikel Terkait

Saya Berhenti Belajar Bahasa Inggris dan Keajaiban Terjadi
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email